Jumat, 20 September 2019

Tetap Senyumlah Untuk Dunia, Silfiku Sayang

Silfi yang tetap optimis meski nyeri itu selalu tak mau enyah. (foto dokpri)

“Bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukan pula keikhlasan jika masih merasa sakit.”

Sebuah kalimat bijak yang kini harus dijalani oleh ananda Silfi. Nama panggilan dari Silfi Qumairo. Yang kini hanya bisa berbaring lemah. Atau terpaksa duduk karena terlalu lelah berbaring.

Sabtu, 07 September 2019

Apa yang Terjadi Bila Bayi Tidak Diimunisasi Sama Sekali?

Imunisasi. Salah satu ikhtiar terbaik untuk anak kenapa tidak?


Akhir-akhir ini di jagat media sosial kita sering melihat perdebatan antara kubu pro vaksin dengan kubu kontra vaksin. Kubu pro vaksin adalah pihak yang dengan rela mengikuti vaksin karena tahu apa yang akan terjadi pada anaknya apabila tidak diimunisasi. Sedangkan kubu anti vaksin adalah pihak yang dengan tegas menolak imunisasi, karena hal-hal tertentu seperti kandungan dalam vaksin yang "diharamkan" menurut kepercayaannya dan lain-lain.

Senin, 02 September 2019

Ayo Galakkan Pencegahan Stunting Demi Melindungi Generasi Bangsa!


Menuju IndonesiaSehat 2025, berarti perlu mempertimbangkan sejumlah lini pembangunan manusia. Seperti yang kita ketahui, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada di level yang cukup rendah. Tahun 2015 misalnya, berada di angka 108 dari 187 negara. Meski bukan angka yang aman, kabar baiknya adalah angka tersebut terus meningkat setiap tahunnya. Dengan demikian, pembangunan manusia yang bertahap, berkelanjutan untuk mencapai tujuan Indonesia Sehat 2025 bukannya tidak masuk akal.

Sabtu, 31 Agustus 2019

Ayo Perangi PNEUMONIA Bersama-sama!

Peduli pneumonia, peduli generasi penerus bangsa. (foto dokpri)

Pernah dengar Hillary Clinton mengidap satu penyakit yang menjadi isu sensitif? Isu ini pula menjadi salah satu senjata ampuh Donald Trumph untuk menyerangnya. Ternyata hasilnya cukup cespleng.  Akhirnya Trumph terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45 awal 2017 kemarin.

Hillary Clinton ternyata diduga mengidap penyakit pneumonia. Yang mengharuskannya mengkonsumsi antibiotik. Asumsi masyarakat Amerika Serikat terhadap penularan pneumonia tidak dapat disepelekan. Pneumonia masih menjadi penyakit momok di sana. Akibat kesadaran perilaku hidup sehat masyarakat yang tinggi.

Jumat, 30 Agustus 2019

Mengenal Lebih Jauh Pneumonia Bersama Jurnalis Sahabat Anak

Dr. Leny Kartina, Sp.A. (kiri) menjadi moderator pada sesi pertama.


Beruntung. Yups, satu keberuntungan kemarin saya dapatkan. Ketika menjadi salah satu dari 5 orang bloger/netizen yang diundang oleh JADE Sanus Indonesia yang menaungi Jurnalis Sahabat Anak (JSA). Sebuah komunitas jurnalis yang konsens terhadap isu-isu kesehatan kekinian. Termasuk di dalamnya tentang isu Pneumonia. Bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur dan Pfeizer.

Satu penyakit mematikan. Dimana diantara 3 kasus kematian bayi di dunia. Pneumonia menjadi penyebab 2 kematian diantara. Sangat mengerikan bukan?

Rabu, 07 Agustus 2019

5 Hal Penting Untuk Mewujudkan Lingkungan Sehat

Lingkungan indah, bersih, dan tertata rapi tentu menjadi idaman semua.


Lingkungan sehat menandakan warga yang sehat. Mustahil mewujudkan masyarakat yang sehat apabila lingkungannya tidak sehat. Apalagi, penyakit dan kuman bisa hidup dengan sangat baik dan berevolusi dengan cepat di lingkungan yang tidak sehat.

Rabu, 24 Juli 2019

Mengenal HKI Agar Tak Sesat di Jalan


Embun pagi enggan beranjak. Meluruh jatuh satu-satu. Dari atas dedaunan dan bebatuan. Pun dengan diri ini yang masih saja sibuk dengan urusan ini itu. Pagi menjadi waktu yang begitu hiruk-pikuk.

Pun dengan pagi ini. Kamis, 25 Juli 2019. Ada momen yang harus ditunaikan. Undangan dari Dirjen Infokom Kemenkominfo harus dihadiri. Absen berarti bunuh diri. Sebab akan melukai hati mbak mimin Komunitas Blogger Jogja. Hahaha...

Sabtu, 25 Mei 2019

Grebeg Lebaran 2019: Geliat UMKM bersama PLUT Jogja

Agenda yang terpampang di gerbang masuk halaman depan Istana Pakualaman. (dokpri)


Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro,Kecil, dan Menengah disingkat PLUT-KUMKM DI Yogyakarta. Atau lebih familiar disebut dengan PLUT Jogja. Sebab PLUT di bawah tanggungjawab Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta.

PLUT Jogja hadir dengan tujuan sebagai rumah besar UMKM di wilayah DIY. Pemerintah yang memiliki keterbatasan SDM mengambil langkah bijak. Untuk mengimbangi minat usaha masyarakat. Ditandai dengan bermunculannya UMKM-UMKM. Yang merupakan salah satu indikator positif bagi kemandirian usaha masyarakat. Direkrutlah tenaga-tenaga muda profesional untukmendampingi para UMKM tersebut.

PLUT menjadi ajang berbagai aktivitas. Diantaranya adalah program pendampingan, konsultasi , pelatihan, serta aktivitas lain. Guna mendukung dan mengembangkan koperasi dan UMKM. PLUT diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bisnis dan para wirausahawan. Oleh karena itu tenaga pendamping maupun konsultan berbagai dari ragam latar belakang pendidikan. Mulai dari pendidik, pengajar, praktisi, maupun pakar IT.

Beragam produk dari koperasi UMKM yang ditampilkan.(dokpri)

Untuk menunjukkan sebagian hasil ‘tangan dingin’ PLUT Jogja.Digelarlah Grebeg Lebaran. Sebuah gelaran pameran produk kreatif dari beragam pelaku UMKM Yogyakarta. Mulai dari produk makannan, minuman, kerajinan tangan dari beragam bahan. Hingga produk dan inovasi pertanian dihadirkan. Tak kurang dari 50 stan ditampilkan.

Panggung hiburan juga disiapkan dengan berbagai ragam acara menarik.(dokpri)

Tak lupa sebuah panggung hiburan disiapkan. Acara hiburan dan talk show ditampilkan. Untuk menghibur sekaligus menambah wawasan baru bagi pengunjung. Maupun para pemilik stan. Sebagaimana pengalaman saya. Akhirnya tergoda untuk mencoba beragam produk yang ditampilkan.

Hadir bukan untuk merusuh lho. Hahaha,,,, (dokpri)

Bertempat di halaman Pura Pakualaman sayap barat. Pameran berlangsung sejak Jumat, 24 Mei hingga Ahad, 26 Mei 2019. Pameran buka setiap hari dari jam 10.00 – 17.00 WIB. Agak disayangkan, sebab tak berlangsung sampai malam hari. Sehingga memupuskan harapan untuk bisa icip-icip makanan dan minuman. Hahaha...


Rosaline Bolu Thiwul

Mbak Wulan dan produk andalannya. (dokpri)

Nah, beberapa orang profil pengusaha akan saya tampikan. Bagaimana PLUT Jogja telah menciptakan ‘aura positif’ bagi pengembangan usahanya. Hal ini seperti yang telah dirasakan oleh Wulansari.

Perempuan yang akrab dipanggil Wulan telahmengikuti berbagai pelatihan yang diadakan oleh PLUT. Izin usaha, Branding, Packaging, Marketing, hingga meraih sertifikasi halal. Tak lepas dari tangan dingin para profesional PLUT yang mendampingi dan membimbing beliau.
Tak ayal, Rosaline Bolu Thiwul cukup mendapat tempat di hati para pelanggannya. 

Tampilan rasa original dan rasa pandan untuk icip-icip. (dokpri)

Panganan ringan yang terbuat dari bahan tepung thiwul/gaplek. Di tangan Mbak Wulan, panganan olahan dari gaplek telah naik kasta. Produk panganan sehat yang pemanisnya dari gula Jawa. Pun tanpa pengawet maupun pemanis buatan.

Merintis usaha sejak tahun 2016. Kini telah memiliki 4 orang reseller  yang cukup produktif. Tak kurang dari sekitar 500 kotak diproduksi tiap bulannya. Hal ini ditunjang pemasaran via media sosial yang cukup dirasakan dampak positifnya. Lewat facebook dan instagram mencoba peruntungan meraih untung lewat dunia digital.

Hal ini diimbangi dengan kreasi aneka ragam rasa dan topping bolu thiwulnya. Tak kurang dari 5 rasa dan 4 topping. Dari rasa original, pandan, hingga green tea. Bisa juga dikombinasikan sesuai dengan permintaan pelanggan.

Menjawab keluhan konsumen yang siap setiap saat. Di bulan Juni nanti, beliau akan membuka dua outlet sakaligus. Diharapkan konsumen yang butuh mendadak untuk buah tangan. Tak akan kesulitan untuk mendapatkannya. Maklumlah, harga yang ditawarkan cukup miring. Dibandingkan dengan tampilan, rasa, dan packagingnya.

Dipatok dengan harga 25 ribu untukkotak kecil. 40 ribu rupiah untuk kotak besar. Cukup terjangkau bukan?


Pawon Sentono

Mbak Amalia bersama hasil karyanya yang nyam-nyam.(dokpri)

Pengalaman  sedikit berbeda dirasakan oleh Amalia Galuh Yuniarti. Biasa dipanggil dengan Amalia. Dengan branding Pawon Sentono berbagai ragam panganan diciptakan. Meski tak begitu ngoyo. Tak kurang omzet perbulan masih berkisar antara 4 sd 5 juta rupiah. Itupun hampir semua pekerjaan dilakukannya sendiri. Kecuali bila ada pesanan dalam jumlah agak besar. Baru meminta bantuan timnya.

Mengandalkan pemasaran via media sosial. Terutama instagram. Sejak merintis usaha di tahun 2015. Masih cukup baru ya?

Saya sudah rasakan sensasi ramuan Wedang Uwuhnya. (dokpri)

Berbagai ragam panganan dan minuman ditampilkan di dindingnya. Diantara minuman yang ditawarkan meliputi: wedang uwuh, wedang secang, bir plethok, kunyit asam,temulawak, kunyit putih, dan wedang jahe. Ada satu lagi yang namanya lucu, jening. Ramua kombinasi yang merupakan kreasi sendiri.

Kebab dan cireng yang menggiurkan. Sreengg... (dokpri)

Sementara untuk makanan juga cukup variatif. Ada kebab, cireng, pisang lumer, otak-otak tuna, tahu tuna, serta jagung pipil manis. Istimewanya, kebab dan kawan-kawan tadi, mampu bertahan 2 hari di suhu ruangan. Tanpa dimasukkan kulkas atau freezzer. Padahal tanpa bahan pengawet buatan lho.

Harga yang ditawarkan amat terjangkau. Mulai dari harga 17 ribu hingga 25 ribu. Baik untuk minuman maupun makanannya. Ada yang dikemas secara standar. Ada pula yang dikemas secara menarik. Tentu saja jumlah isi dan harganya lain.

Kesemuanya itu tak lepas dari peranan PLUT untuk membuat inovasi. Sekaligus memberi ruang untuk mengenalkan kepada publik. Sebagaimana lewat pameran Grebeg Lebaran yang diinisiasi oleh PLUT Jogja. Ini gratis lho pemirsa. Kurang apa coba?

Oleh karena itu,bagi koperasi maupunUMKM yang belum gabung ke PLUT. Cepetan saja deh. Berbagai macam pelatihan peningkatan kapasistas berwirausaha ditawarkan. Gratis. Bahkan Anda bisa berkesempatan untuk dijadikan mitra CSR berbagai perusahaan atau BUMN.


Pheryno Leather Collection

Dipilih...dipilih...dipilih....(dokpri)

Sementara itu, Mas Pheno (baca: Peno) berkreasi lewat kerajinan kulitnya. Lewat Pheryno Leather Collection, beberapa kali telah mengikuti pameran di luar kota. Bahkan luar pulau. Terakhir di Palembang. Juga pernah sekali di Malaysia dan Singapura.

Sentuhan seni dari tangannya berhasil membuat aneka ragam kerajinan berbahan kulit sapi atau domba dan kambing. Kulit ular pun pernah. Bila memang ada pemesan.

Pria 50-an tahun ini merintis usahanya sejak tahun 2010-an. Berawal dari 2 orang tukang. Hingga kini memiliki  9 orang karyawan. 5 orang penjahit (halusan). 4 orang tenaga mal, gunting,dan lainnya.

Bagi beliau, tak boleh ada sedikit pun bahan yang disisakan. 0% sampah produksi. Demikian mas Yudha, salah seorang karyawannya menyebut. Hal ini memang nampak dari hasl produksinya. Dimana remahan-remahan kulit, dimanfaatkan untuk gantungan kunci atau gelang.

Aneka ikat pinggang dan dompet yang buat mupeng.(dokrpi)

Harga yang dipatok juga tak terlalu tinggi. Dibandingkan dengan mutu bahan dan hasil garapan. Plus keawetanannya tentu saja. Untuk gantungan kunci bervariasi antara 30 – 50 ribu rupiah. Aneka sabuk dengan harga 150 ribu rupiah. Demikian juga untuk dompet dan topi.

Ah,tas ransel itu. Begitu menggoda. (dokpri)

Harga yang sedikit eksklusif adalah tas. Bisa mencapai hampir sejuta rupiah. Juga untuk jaket yang ditawarkan hingga 1,4 juta. Saat ini beliau belum mengotimalkan penjualan via medsos. Masih mengandalkan show room sekaligus workshopnya di daerah Nogotirto, Gamping.

Lewat PLUT Jogja, beberapa kali pula beliau digandeng oleh beberapa perusahaan dan BUMN.Namun sejauh ini, beliau tidak terlalu ngoyo. Mengembangkan usahanya dengan modal yang besar. Dan dari cara berhutang.

Profil lainnya sebenarnya cukup layak untuk ditampilkan. Yang 'kemonceran' usahanya cukup mentereng. Berangkat dari nol. Bahkan dari minus. Tapi daya tahan bantingnya. Membuat mereka tetap bisa bertahan. Bahkan kini sangat layak untuk diandalkan


Tabungan Emas Pegadaian

Pak Hastono yang enak banget diajak diskusi. (dokpri)

Saat bercengkerama dengan para ibu bakul. Tawa renyah pembawa acara talk show menggoda perhatian saya. Wah, rupanya dari PT. Pegadaian yang lagi diwawancarai. Tidak kalah dengan acara tv deh dialognya. Enak dan renyah.

Topik yang diangkat seputar Tabungan Emas. Salah satu program unggulan yang dimiliki salah satu BUMN ini. Cukup menarik, karena serentetan pertanyaan dari emak-emak. Dapat dimaklumi. Urusan per-emas-an, perempuan pasti lebih jago.

Hingga beberapa pemilik stan tertarik untuk langsung membukanya. Membuka Tabungan Emas maksud saya. Sebab saat acara Grebeg Lebaran ini akan diberikan bonus khusus. Yaitu berupa dihapusnya uang pemeliharaan setahun. Besarannya 30 ribu rupiah. Ditambah cindera mata unik. Untuk yang terakhir, kayaknya saya maruk deh. Hehehe...

Pak Hastono selaku Senior Manager Penjualan Pegadaian Area Jogja, memberi penjelasan khusus kepada saya. Sebab saya menanyakan tentang akad tabungan atau jual beli atas emas itu sendiri. Sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa menabung dengan cara mencicil itu dilarang.

Luluh juga akhirnya... (dokpri)

Namun dengan gamblang, beliau menyampaikan. Bahwa hukum asal tabungan emas ini adalah diatur dengan cara yang syar’i. Pegadaian konvensional ikut memasarkan produk ini. Agar masyarakat lebih mudah untuk membeli emas.

Tentu saja disertai niat pertama kali. Bila menabung emas ini semata-mata untuk menyimpan uang/harta. Bukan diniatkan untuk mencari selisih jual atas pembelian awal. Sebab jika mencari selisih nilai jual. Jatuhnya menjadi spekulasi. Inilah yang jatuhnya dilarang atau haram.

Semoga disegerakan punya segini saja. Aamiin. (dokpri)
.
Penjelasan yang cukup gamblang. Sekaligus membuat saya tertarik untuk membukanya. Semoga yang sedikit demi sedikit ini. Akhirnya bisa menjadi bukit. Aamiin.



Kering air liur terjebak di blok stan ini. (dokpri)

Alhamdulillah, agenda klinong-klinong di Grebeg Lebaran ini cukup memberi manfaat. Mengetahui serunya proses kemandirian berwirausaha. Peran serta Pemprov DIY lewat PLUT Jogja dan Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. Meski belum sempurna. Tapi telah mampu menunjukkan hasil dari upaya pantang menyerah. Bersama-sama membangun sinergi bersama koperasi dan UMKM.

Pun demikian perkenalan saya dengan Tabungan Emas. Eh, Pak Hastono maksud saya. Membuka cakrawala pendapat dalam melihat suatu permasalahan. Sekaligus cukup brilyan juga PLUT Jogja menggandeng PT. Pegadaian di hari ke-2. Untuk membuka lapak sekaligus mengisi acara bincang siang.


Para wirausahawan tentu bisa memanfaatka salah satu fitur dari Pegadaian. Minimal untuk menjaga sebagian modal tanpa perlu waswas. Sebab dalam usaha. Pasti akan ada masa pasang dan surut. Tabungan Emas memberi solusi jangka panjang untuk memberi kenyaman itu.


Sabtu, 22 Desember 2018

Belajar Content Creator Bersama Sahabat Keluarga


Suasana jelang pembukaan workshop. (Foto pribadi)
Terima kasih Mak Injul dan Mak Mir. Lewat undanganmu. Membawa diri ini dua malam (17 sd 20/12) berada di Hotel Jayakarta Yogyakarta. Berkumpul dengan emak-emak dan bapak-bapak bloger. Berbagi ilmu. Berbagi pengalaman. Berbagi cerita. Berbagi hahahhihi bersama.

Kamis, 20 Desember 2018

Pesen Stempel Kilat? Di Stempel Express Jogja Saja

M a u ?  (Foto stempelexpress)


Butuh stempel bagus. Mendadak lagi. Dipakai untuk jam satu siang. Sementara kepikirannya baru jam 11 siang.

Anda tinggal di seputaran Yogyakarta? Kini tak perlu cemas lagi. Sebab Stempel Express memberi solusi. Sejam saja pengerjaannya. Sebagaimana disampaikan oleh teh Eka Riani. Sang pemilik.