Selasa, 14 Februari 2017

Eren Homestay, Penginapan Murah Berkualitas Di Kota Batu

Salah satu sudut di Museum Angkut Batu. (dok. Eren HS)
Bekerja sambil rekreasi. Dua hal yang kini lazim dilakukan. Mungkin jauh kondisinya dibandingkan tahun 1990-an. Dimana saya merasakan bagaimana bekerja yang benar-benar bekerja. Meski datang di sebuah kota yang baru saya kunjungi, tapi tak bisa ke mana-mana. Sebab informasi destinasi wisata seputaran kota tak seheboh seperti saat ini.

Rabu, 08 Februari 2017

Omkara Resort Jogja, Alami Tiada Dua




...
Tanahku yang kucintai.
Engkau ku hargai.

Sebuah lagu yang membawa ingatan masa kecil.  Tentang sebuah desa nan indah. Tentang gemericik air sungai yang mengalir bening. Dan kecipaknya kuat terdengar saat menatap bebatuan. Tentang hijaunya sawah dan pohon-pohon yang menggeliat saat tertiup angin.

Selasa, 07 Februari 2017

Pesona Jogja Homestay, Penginapan Kota Rasa Desa

Suasana di halaman parkir Pesona Jogja Homestay. (dokpri)

Jogja dan desa. 2 kata yang lekat di benak kita bukan? Meski saat ini dapat dipastikan bahwa kemacetan menjadi momok di akhir minggu atau libur panjang. Hampir semua jalan protokol di Jogja kini seolah menjadi ajang nyali. Sehingga sepeda ontel yang dulu sempat dikampanyekan dengan slogan “sego segawe”, sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe, seolah menjadi cerita masa lalu.

Senin, 06 Februari 2017

Serunya Ikutan Workshop Clutch Bag Daluang Di Jogja

Mbak Astri, Neng Tanti, dan Sensei Sakamoto dalam sesi pembukaan workshop. (dokpri)

Daluang. Orang Jawa biasa menyebutnya dengan ‘deluang’ yang artinya kertas. Lembaran tipis yang terbuat dari bahan kayu pohon daluang (Broussonetia papyrifera) yang dipakai untuk menuliskan sesuatu. Sebagaimana menulis atau menggambar sesuatu pada kertas. Beberapa naskah kuno Nusantara menggunakan daluang sebagai media penulisannya di saat kertas moderen belum diperkenalkan. Sebagaimana naskah-naskah kuno Babat Tanah Jawa yang ditulis di atas rontal (daun pohon ental).

Kamis, 02 Februari 2017

Pop Hotel Gubeng, Rasa Popnya Surabaya

Hotel Pop Gubeng yang 'gandeng' dengan Hotel Harris Gubeng. (dokpri)

Sebagai kota metropolis, Surabaya kini tak ubahnya seperti Jakarta. Nyaris tak ada ruang kosong di tengah kota. Maklumlah, denyut nadi perekonomian serta kegiatan adiministrasi perkantoran biasanya berada di pusat kota. Sebagaimana halnya daerah Gubeng yang merupakan salah satu titik yang cukup padat dengan hunian serta berbagai aktivitas warganya.