Kamis, 31 Mei 2018

M A R A H

Tags


Seorang anak kehilangan sepatunya di laut. Lalu dia menulis di atas pasir pantai: LAUT INI MALING.

Tak lama kemudian, datanglah nelayan. Membawa tangkapan ikan begitu melimpah. Lalu dia menulis di atas pasir pantai: LAUT INI BAIK HATI.

Seorang anak tenggelam di lautan. Lalu ibunya menulis di atas pasir pantai: LAUT INI PEMBUNUH.
Seorang berperahu. Kemudian dihantam badai. Lalu ia menulis di atas pasir pantai: LAUT INI PENUH MARABAHAYA.
Tak lama, datanglah seorang lelaki. Dia temukan berlaksa butiran mutiara di dalam laut. Lalu diapun menulis di atas pasir pantai: LAUT INI PENUH BERKAH.

Sementara seisi lautan tak pernah marah. Tak pernah mengeluh.
Kemudian datanglah ombak besar. Menghapus semua tulisan di atas pasir pantai. Tuntas. Tanpa ada sisa.

Maka...

Jangan risaukan omongan orang! Sebab setiap orang membaca dunia. Dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.

Teruslah melangkah! Selama engkau di jalan yang baik. Meski kadang kebaikan tidak selalu dihargai.
Tak usah repot-repot menjelaskan. Siapa dirimu. Atau bagaimana dirimu kepada orang lain. Karena yang menyukaimu tak butuh itu. Yang membencimu tak percaya itu.

Hidup bukanlah tentang siapa yang terbaik. Tapi siapa yang mau berbuat baik.

Jangan menghapus persaudaraan! Hanya karena sebuah kesalahan. Namun hapuslah kesalahan!  Demi lanjutnya persaudaraan.

Bila datang kepadamu gangguan. Jangan berpikir bagaimana cara membalas! Dengan yang lebih pedih. Tapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan yang lebih!

Kurangi mengeluh! Teruslah berdoa! Sibukkan diri dengan kebaikan! Hingga keburukan lelah mengikuti kita.

Tugas kita adalah berbuat baik. Dan bukan untuk menghakimi. Memaafkan adalah memaafkan tanpa tapi. Menghargai adalah menghargai tanpa tapi.

Jangan pakai hukum sebab akibat! Untuk membenarkan perbuatanmu. Karena jika kau baik. Amarah tak akan kau biarkan tumbuh subur di hatimu.

::: Medio Ramadan 1439H.

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon