Jumat, 03 Agustus 2018

Ganti Lensa di Optik Medika Paciran Lamongan

Optik Medika, kecil namun pelayanannya bagus.

Kacamata. Entahlah, mengapa semua anak-anak kami berkacamata? Kecuali si bungus tentu saja. Masih 2 tahun dan belum bisa baca.

Padahal saya dan isteri saya tidak berkacamata. Alias kedua mata normal-normal saja. Mungkin kebiasaan membaca sejak kecil membuat demikian. Sejak bisa membaca di usia lima tahunan, anak-anak pasti harus membaca agar bisa tidur. Kebiasaan ini mungkin cukup berpengaruh terhadap kondisi matanya.

Keluarga kami mempunyai optik langganan di Mojokerto atau Yogyakarta. Jadi belum pernah ke optik selain optik langganan tersebut. Tapi ternyata tidak untuk hari Jumat kemarin. Akhirnya kami harus degera ke optik. Kondisi lensa kacamata Ana, puteri kami sudah tak bagus.

Sebenarnya sudah sejak sebulan yang lalu keluhan itu muncul. Jika duduk di bagian belakang, tulisan di papan agak kabur. Tapi saya pikir, mungkin karena efek lelah saja. Maklumlah kegiatan di pondok pesantren cukup penuh. Praktis istirahat untuk tidur malam hanya sekitar 6 jaman. Itupun kadang masih disela dengan agenda kegiatan malam.

Penampakan optik dari arah Brondong/Tuban.

Saya pikir, repot juga kalau harus pulang. Maka saya cari saja optik di sekitaran Paciran. Alhamdulillah, hanya berjarak 1 km-an dari Ponpes MBS Paciran optik tersebut kami temui. Tepat berada di sisi utara jalan raya Paciran - Tuban.

Menunggu hasil pemeriksaan dan ketersediaan lensa.

Optik Medika. Tempatnya tak begitu luas. Tapi cukup apik penataannya dan bersih. Untuk lokasi, bisa langsung cek di sini.

Langsung saja saya temui pelayannya. Setelah sedikit bla bla, langsung deh cek mata puteri cantik saya. Pemeriksaan dilakukan secara manual dan komputer. Hasilnya: kika masing-masing minus 2.5. Padahal baru 3 bulan yang lalu ganti kacamata (frame dan lensa). Kika kondisi 2.0 dan 2.25.

Menurut mas-masnya, hal tersebut biasanya anak-anak malas untuk memakai secara konsisiten. Sehingga kondisi mata tidak semakin membaik. Analisanya memang tepat. Ana ini termasuk cukup malas untuk memakai kacamata. Risih katanya.

Setelah deal, langsung deh dikerjakan.

Tak lama kemudian, kamipun diberi penawaran. Menggunakan lensa kaca atau plastik anti radiasi. Saya pilih yang plastik anti radiasi saja. Maklumlah, puteri saya yang satu ini tergolong energik. Pernah pakai lensa kaca, tak sampai 3 bulan sudah pecah.

Ternyata harganya amat murah lho. Tak sampai seratus ribu jika hanya ganti lensanya. Saya pikir, gagangnya masih bagus. Karena harganya lumayan. Dan lagi, masih ada cadangan kacamata yang sebelumnya. Sehingga lebih efektif kalo ganti lensa saja.

Alhamdulillah. Sekitar 35 menit kemudian, kaca matapun siap dipakai. Dengan perasaan lega, petang itupun segera saya pulang. Meninggalkan sang buah hati untuk menuntut ilmu. Meninggalkan Kota Lamongan yang tengah bersolek.

Lamongan, kota "Sego Boran".

.

2 komentar

Asalamulaikum, salam kenal sahabat.!

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Salam kenal juga mas Pras.
@nuzululpunya

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon