Sabtu, 07 September 2019

Apa yang Terjadi Bila Bayi Tidak Diimunisasi Sama Sekali?

Imunisasi. Salah satu ikhtiar terbaik untuk anak kenapa tidak?


Akhir-akhir ini di jagat media sosial kita sering melihat perdebatan antara kubu pro vaksin dengan kubu kontra vaksin. Kubu pro vaksin adalah pihak yang dengan rela mengikuti vaksin karena tahu apa yang akan terjadi pada anaknya apabila tidak diimunisasi. Sedangkan kubu anti vaksin adalah pihak yang dengan tegas menolak imunisasi, karena hal-hal tertentu seperti kandungan dalam vaksin yang "diharamkan" menurut kepercayaannya dan lain-lain.


Bila Anda dalam keadaan bimbang, apakah ingin memberikan imunisasi atau tidak pada anak Anda, maka Anda perlu ketahui beberapa hal berikut ini. Pertama, ada beberapa daftar imunisasi yang lengkap perlu diberikan pada anak, mulai dari hepatitis B, polio, BCG,DPT, dan Campak. Selanjutnya, ada juga imunisasi tambahan seperti Imunisasi MR untuk campak dan rubela, PCV untuk pneumokokus, hepatitis A, varisela (cacar air), influenza, dan HPV.

Tidak masalah bila bayi telat mendapat imunisasi, karena pemberian tersebut asalkan lima imunisasi dasar lengkap tersebut masih dilakukan ketika anak berusia di bawah 1 tahun. Ada beberapa efek samping setelah imunisasi, seperti ada bekas nyeri, bengkak di tempat bekas suntikan, serta gejala demam dan flu.

Namun, pertanyaannya, bagaimana bila seorang anak tidak mendapatkan imunisasi sama sekali? Tentu saja, imunisasi perlu dilakukan untuk menjadikan tubuh membentuk sistem imunnya terhadap penyakit yang disebutkan di atas. Tubuh kita sangat ajaib, karena tubuh terus membentuk sistem pertahanan diri dari setiap virus atau penyakit yang masuk. Bila pertanyaannya, kenapa seseorang terkena flu berkali-kali? Jawabannya adalah, karena virus yang masuk kedua kali dan selanjutnya sudah lebih kuat, namun tubuh terus menerus membentuk sistem imunnya dengan lebih baik.

Proses imunisasi adalah proses memasukkan virus atau penyakit yang sudah dilemahkan, agar tubuh membentuk sistem imunnya sendiri untuk mengusir penyakit tersebut. Jadi, ketika mendapat situasi penyakit tersebut masuk ke dalam tubuh, maka anak Anda menjadi lebih terlindungi. Bila tidak diimunisasi sama sekali, maka penyakit yang masuk tidak bisa dikenali oleh sistem imun tubuh, yang berarti tidak ada perlawanan. Hal itu menjadikan si anak jadi rentan terkena penyakit yang dimaksud. Bila sudah terkena, rentan pula menularkannya pada orang lain.

Jadi, tak perlu berdebat masalah yang satu ini, apalagi mengaitkannya dengan hal-hal yang tidak berhubungan dengan dunia kesehatan. Kalau akhirnya anak Anda sakit karena keegoisan Anda, tentu hal itu hanya mengakibatkan penyesalan, bukan?




Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon