Sabtu, 01 September 2018

Sang Pemimpin


Kajian Subuh Pagi hari ini sungguh menarik. Tentang tipologi pemimpin yang dicontohkan oleh figur Rasulullah. Kemudian dilanjutkan oleh 4 orang khalifah. Menyusul para sahabat dan pengikut sahabat lainnya.



Menjadi lebih ndess. Ketika membuka facebook. Di salah satu dinding sahabat ada kisah yang dinukil dari akun: @sahabatsurga. Gambar yang menceritakan tentang gaya kepemimpinan dalam kelompok serigala. MasyaAllah, dari serigala kita juga bisa mengambil pelajaran ternyata.

Di situ digambarkan. Dalam satu rombongan serigala yang sedang melakukan perjalanan. Ada empat (4) kelompok yang menarik perhatian. Di kelompok terdepan, terdapat serigala yang tua atau yang sakit. Mereka berada di depan agar yang di belakang dapat mengikuti ritme perjalanannya.

Sementara di belakangnya. Terdapat 5 serigala jantan yang kuat dan tangguh. Menjadi pelindung bagi kelompok 'lemah' yang berada di depannya. Melindungi ancaman serangan dari arah depan.

Selanjutnya pada kelompok ke-tiga. Terdapat kelompok warga biasa. Dilindungi juga oleh lima (5) serigala yang kuat dan tangguh. Mereka bertugas untuk mengantisipasi ancaman serangan dari arah belakang.

Sementara ada satu (1) ekor yang berjalan di bagian belakang. Dialah SANG PEMIMPIN! Menjadi penyapu bagi kelompok-kelompok di depannya. Sewaktu-waktu dapat memberikan komando. Memastikan bahwa tak ada yang tercecer. Memastikan semuanya berjalan dengan selamat sampai di tujuan.

Sang Pemimpin yang harus kuat, cekatan, cerdas, dan mandiri tentu saja. Tak perlu membuat kelompok. Sebab dialah pelindung seluruh kelompok di dalam rombongannya. Yang memastikan, kelompok satu dengan yang lain dapat melaksanakan fungsinya masing-masing.

Inilah tipe ideal yang seharusnya mempimpin negeri ini. Menjadi pelindung banyak kelompok. Bukan malah sebaliknya. 'Membunuh' atau 'mematikan' kelompok yang berbeda kemauan dengan sang pemimpin.

Selamat pagi Indonesia.
Merdeka!


Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon