Minggu, 09 Desember 2018

Ayah, Mau Kau Bawa Ke Mana Keluargamu?

Diantara tugas seorang bapak: menjaga dan mengasuh. (Foto pribadi)

Kamu seorang ayah? Kamu seorang kepala keluarga? Kamu punya rencana untuk keluargamu? Kamu punya rencana untuk memasukkan semua anggota keluargamu ke surga?

Pertanyaan pertama dan ke-dua begitu mudah dijawab. Pertanyaan ke-tiga, menjawab dengan sedikit mikir. Pertanyaan ke-empat. Apakah akan semudah menjawab pertanyaan nomor satu sampai nomor tiga?

Sungguh kawan. Saat pertanyaan ke-empat dilempar ke diriku sendiri. Akupun berpikir keras. Amat keras bahkan. Hingga membuatku lemas. Dan duduk tersimpuh.

Seolah menelanjangi keakuanku. Meruntuhkan sikap angkuh dan sombongku. Memukul begitu keras kesadaranku. Astaghfirullah. Menetes lirih bulir-bulir di atas pipiku.

Maafkan aku ya Allah. Entah berapa laksa kali penggalan ayat tersebut aku baca. Entah berapa laksa kali penyesalan demi penyesalan telah aku lalui. Namun kembali dunia membuatku lena.

...Selamatkan diri dan keluargamu dari api neraka!... [TQS At Tahrim(66):6]

Lalu, teringatlah akan nasihat Ust. Bachtiar Nasir:

Sebagai seorang ayah, jangan hanya bisa membikin anak! Kalau Cuma bikin. Binatang juga bisa. Harusnya jadi ayah, jangan hanya bisa cari nafkah doang! Kalau hanya cari nafkah doang, binatang lebih bisa. Menjaga dan membesarkan anak-anaknya.

Lebih dari itu. Anakmu membutuhkanmu. Terutama ruhnya. Pemikirannya. Buat apa kerja capek-capek di kantor? Besarkan anaknya. Sekolahkan anaknya. Kuliahkan anaknya. Buat apa? Kalau pikirannya dirampok oleh sekularisme. Oleh liberalisme.

Buat apa nyekolahkan anak? Kalau akhirnya, jiwanya, imannya. Dirampok oleh orang lain. Ayah, harus jadi kepala sekolah bagi anak-anaknya sendiri!  Ayah, harus jadi rektor bagi anak-anak Anda sendiri!

Di akhirat kelak, yang akan dimintai tanggung jawab adalah bukan gurunya. Bapaknya nomor satu yang ditanya. Karena dia yang diberikan amanah. Maka dialah yang akan dimintai pertangungjawaban. Seperti apa cara kamu membesarkan keluarga?

Ayah sukses, adalah ayah yang setiap saat didoakan anaknya. Adalah ketika bekerja di kantor. Isterinya selalu mendoakan agar lancar pekerjaannya. Suami yang sukses dan ayah yang sukses. Adalah ayah yang dibangga-banggakan oleh anaknya. Mereka ingin selalu tampil bagus di depan ayahnya.

Sebagai ayah, punyakah kurikulum: bagaimana caranya, sejak lahir kamu didik anak-anak itu sampai masuk surga? Punya tidak? Kurikulum sebagai ayah agar anak dari lahir sampai masuk surga. Lebih dari itu, menjadi ayah harus  punya cita-cita. Bagaimana agar supaya seluruh keluarga bisa masuk surga.

Ini misi utama. Masuk surga harus menjadi tujuan utama dalam setiap keluarga. Implementasi dari ayat quuanfusakum wa ahliikum naaron.


Ya Allah. Bimbinglah diri ini. Agar selalu istikomah di jalanMu. Mengemban amanat dinMu. Membangun keluarga di dunia. Untuk mempertemukan kembali di akhiratMu.

Ya Allah. Berkahi hidup kami. Ampunilah dosa-dosa kami.



Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon