Sabtu, 31 Agustus 2019

Ayo Perangi PNEUMONIA Bersama-sama!

Peduli pneumonia, peduli generasi penerus bangsa. (foto dokpri)

Pernah dengar Hillary Clinton mengidap satu penyakit yang menjadi isu sensitif? Isu ini pula menjadi salah satu senjata ampuh Donald Trumph untuk menyerangnya. Ternyata hasilnya cukup cespleng.  Akhirnya Trumph terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45 awal 2017 kemarin.

Hillary Clinton ternyata diduga mengidap penyakit pneumonia. Yang mengharuskannya mengkonsumsi antibiotik. Asumsi masyarakat Amerika Serikat terhadap penularan pneumonia tidak dapat disepelekan. Pneumonia masih menjadi penyakit momok di sana. Akibat kesadaran perilaku hidup sehat masyarakat yang tinggi.


Sebaliknya, di negeri kita pneumonia masih dianggap ‘biasa-biasa’ saja. Pneumonia atau masyarakat kita lebih mengenal dengan ‘paru-paru basah. Masih kalah dengan isu penyakit HIV/AIDS, TB(C), atau penyakit menular lainnya. Padahal sebagaimana paparan dr. Kohar Hari Santosa dan Dr. Attoillah, bahwa pneumonia menjadi 10 penyakit terbanyak di rumah sakit dan puskesmas sentinel di Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Media Menebar Aksi Melawan Pneumonia.

Di tingkat Balita, UNICEF melaporkan bahwa ada 21 ribu-an penderita di Indonesia. Dimana Jawa Timur termasuk peringkat teratas untuk jumlah Balita dengan pneumonia. Sementara Laporan Eksekutif Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2012 memaparkan bahwa terdapat 84.392 kasus yang telah dilaporkan oleh Kab./Kota. Cukup menyesakkan bukan?

Inilah perlunya edukasi terhadap masyarakat akan kewaspadaan terhadap pneumonia. Termasuk saya sebagai bloger yang seduh seharusnya terlibat. Menjadi bagian penting untuk memberikan edukasi tersebut lewat tulisan di blog. Maupun media sosial yang lainnya.


Apa Sih Penyakit Pneumonia Itu?

Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi saluran atas (ISPA). Penyakit ini paling sering menyebabkan kematian pada bayi dan balita. Penyakit infeksius ini sering ditandai dengan batu dan pilek. Disertai juga dengan sesak nafas. Atau frekuensi nafasmenjadi lebih cepat. Penyakit ini tak hanya menyerang bayi dan balita, tapi di segala tingkatan usia.

Pneumonia menyerang organ paru-paru. Dimana penularan infeksi paruparu penyebab utamanya adalah bakteri, virus, atau jamur. Penyebab dari bakteri dapat masuk melalui udara yang tercemar. Bisa melalui makanan yang dikonsumsi. Bisa juga dari organ tubuh lainnya. Yang sebelumnya sudah terinfeksi terlebih dahulu. Bakteri ini juga bisa ditularkan lewat faktor keturunan atau genetika.

Pneuminia atau biasa disebut paruparu basah. Bisa terjadi karena adanya infeksi pada salah satu atau kedua paru-paru. Pada kondisi tersebut, kantung pada paruparu (alveoli) akan dipenuhi oleh cairan atau nanah. Inilah mengapa dahulu kala para dokter menyebutnya ‘paruparu basah’. Hal inilah yang mengakibatkan terganggunya sistem pernafasan.


Mengenal Ciri-ciri Penyakit Pneumonia

  1. Nyeri dada yang bertambah parah ketika batuk.
  2. Batuk kering atau disertai dahak dan mengi.
  3. Napas cepat dan kesulitan bernapas seperti asma.
  4. Demam, menggigil, dan sering berkeringat.
  5. Nyeri otot.
  6. Kehilangan nafsu makan.
  7. Mual dan muntah.
  8. Jantung berdebar.

Pencegahan

  1. Kondisi umum anak-anak dimana istirahat cukup dan nutrisi seimbang.
  2. Hindari jika ada orang atau anak mengalami batu pilek. Jangan mendekati, apalagi dengan posisi hidung berdekatan.
  3. Imunisasi.

Penatalaksanaan

  1. Masuk rumah sakit
  2. Pemberian oksigen
  3. Infus
  4. Pemberian antibiotik jika disebabkan bakteri
  5. Pengobatan suportif (istirahat, nutrisi, dll)
  6. Jika diperlukan diberi alat bantu nafas


Faktor Risiko Pneumonia pada Anak

  1. Usia anak.
  2. Kontak penderita.
  3. Riwayat pemberian ASI.
  4. Asupan gizi.
  5. Terpapar asap rokok.
  6. Status sosial ekonomi.
  7. Imunisasi tepat waktu.
  8. Inisiasi tepat waktu pemberian makanan tambahan.
  9. Imunisasi lengkap.
  10. Polusi udara dalam ruangan.

Sedikit yang telah kita tahu tentang pneumonia ini. Tentu tak akan tinggal diam bukan? Mari sebarkan kebaikan dengan meningkatkan kepedulian kita. 


Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon