Senin, 30 Desember 2019

Mau Untung Malah Buntung

Interior kamar tidur sebuah apartemen. (foto istimewa)

Yogya – Nataru. Yogya - Natal dan Tahun Baru. Ibarat seorang Cinderella yang menantikan Sang Pangeran-nya. Perasaan ingin segera bertemu dengan sang pujaan hatinya.

Tak pelak, hampir seluruh tempat wisata penuh. Jalanan macet di sana dan di sini. Pun jalanan yang hari-hari biasa lengang. Seperti halnya jalanan ke arah Gunungkidul. Yang daerahnya kini menjadi pesona baru bagi wisatawan.

Hotel, hostel, apartemen sewa, guest house, rumah singgah, dan villa full booked. ‘Masa panen raya’ bagi semua tempat penginapan. Sebab nataru bertepatan juga dengan libur sekolah. Tarif normal, bisa dua kali bahkan empat kali lipat. Apalagi buat tempat inap yang eksklusif dan ‘sudah punya nama’.

Hukum pasar berlaku saat peak season seperti ini. Namun tak semuanya demikian. Sebab ada beberapa tempat inap yang masih memasang rate yang santuy. Agar  pelanggan dapat menikmati masa liburan dengan tarif yang wajar. Sebab ke depannya diharapkan bisa menjadi pelanggan tetapnya.

Sayangnya, niat baik tak selalu berhasil baik. Ada saja yang ‘memanfaatkan’ kebaikan tersebut. Sebagaimana dialami oleh salah seorang pemilik apartemen di Jogja. Jika biasanya ada orang tak bertanggungjawab mencatut nama baik penginapan. Ini malah sebaliknya.

Memanfaatkan kesalahan seorang pemilik apartemen sewa. Karena memberikan informasi yang tidak sama tentang ketersediaan kamar. Kamar yang dijanjikan dan telah diberikan uang muka ternyata full booked. Sebagai konsinyasinya, sang owner memberikan kamar yang lebih bagus. Tentu saja dengan harga sewa yang lebih mahal.

Mengingat kamar tersebut sebagai ‘penebus dosa’ atas kesalahan informasi, maka sang owner tetap memberi harga sesuai sewa kamar yang didp. Artinya, secara tidak langsung penyewa lebih diuntungkan dengan kondisi tersebut.



Anehnya, dengan gaya mbulet, sang penyewa tetap tidak terima. Walhasil, dia mengancam untuk membanned postingan iklannya di FB. Dengan cara melaporkan ke admin FB. Sehingga sempat membuat bingung pemilik apartemen tersebut. Maunya apa sih dengan penyewa tersebut?



Coba kita lihat sebagian percakapan mereka via skrinsut WA di bawah ini.










Nah, hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pemilik tempat penyewaan. Bahwa sekecil apapun informasi yang disampaikan, jangan sampai keliru. Dikhawatirkan akan digunakan sebagai ‘modus baru’. Menarik keuntungan secara tidak wajar. Ingin untung malah buntung.

Waspadalah! Waspadalah!

This Is The Newest Post

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon