Sabtu, 13 Februari 2021

Dikacangin



Pernah nggak kalian merasa digitukan? Gimana rasanya? Sakit? Atau biasa-biasa saja?

 

Nah, penulis pun sering mengalami lho. Apalagi berhubungan dengan ‘orang-orang baru’. Yang bukan dari komunitas pekerjaan kamu sebelumnya. Atau mereka yang tidak tahu pengalaman kerja kamu sebelumnya.

 

That’s way, any way, bus way…

Di situlah mental kalian diuji. Mau jadi pecundang. Yang biasa-biasa saja. Boleh juga akan menghantam balik orang yang ngacangin kamu.

 

Semua kembali kepada diri kalian sendiri. Kembali pada ego masing-masing. Mau mundur. Jalan selow wae. Dobrak! Kesemuanya itu dengan cara yang positif tentu saja.

 

Penulis berpikir bahwa ketiga cara tersebut tidak mudah. Tapi tidak sulit juga jika sudah berulang kali try and error. Meski sering errornya daripada corectnya. Ya nggak?

 

Pun dengan pengalaman penulis. Semuanya sulit. Tapi karena pengalamanlah yang bisa membuat itu menjadi mudah. Kata teman gang sebelah: lha pancen njenengan kuwi ndableg kok, mas. Hahaha…

 

Yups. Ndableg inilah yang jadi jalan ninjaku. Tak mau jadi pecundang. Tapi ogah juga kalau disuruh gedor-gedor. Pegel. Menguras energi. Yang kadang benefitnya malah minus. Impas saja alhamdulillah. Meski kata orang-orang: untuk sukses butuh perjuangan yang keras!




Penulis sih lebih percaya pada peredaran nasib. Bekerja keras. Berusaha keras. Tak lupa berdoa yang kenceng. Urusan hasil, biarlah Gusti Allah yang membayarnya. Hehehe…

 

Uwong urip kuwi sawang-sinawang. Kita melihat orang lain kok enak banget hidupnya. Padahal kerjanya cuma gitu-gitu saja. Sementara di sudut lain, ada yang bekerja mati-matian. Hidupnya ya gitu-gitu saja. Tanpa kita paham jerohannya seperti apa. Paham sampai di sini?

 

Lanjut…

 

Dulu penulis sering berpikir demikian. Kok enak banget hidupnya. Padahal kerjanya gitu-gitu saja. Sampai suatu saat. Duaaarrr…! Mleduk.

 

Kejadian luar biasa bertubi-tubi. Tiba-tiba sang suami dicokok polisi. Lalu isterinya minta cerai. Tak berselang lama usahanya gulung tikar. Gak nunggu sebulan, suaminya mati dalam penjara. Lanjut kasus sengketa warisan sang isteri dengan anak-anaknya. Ceritanya sampai masuk berita tv. Menjadi headline di Koran-koran. Plus sosmed emak-emak.

 

Ok yes. Cerita sambung nanti ya. Penulis mau sarapan dulu. Nyicipi Soto Lamongan depan balai desa.

[14/02/2021  7.27 AM]

Karena semua orang bebas berpendapat, maka mohon komentar yang positif dan membangun. Jangan nyepam, plis. Kasihan yang mau komentar beneran. Matur nuwun atas pengertiannya ya.
EmoticonEmoticon